ASUHAN KEBIDANAN
PADA IBU NIFAS NY. “S” P10001 POST PARTUM HARI KE-5
DI BPS NY. INDAH AMD.KEB
KEDIRI
OLEH KELOMPOK 1
IKA MELISA 11.03.2.051.1
LENNY FEBRIANA 11.03.2.057.1
MARIA KRISTINA TABITA B. 11.03.2.060.1
PUJI WARIANI 11.03.2.068.1
WAHYUNI SETIANINGSIH 11.03.2.078.1
WAHYUNI SETIANINGSIH 11.03.2.078.1
PEMBIMBING
SISMIARTI, M.PH
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN GANESHA HUSADA KEDIRI
PRODI DIPLOMA III KEBIDANAN / B
2011/2012
LAPORAN PENDAHULUAN
PADA IBU DENGAN NIFAS NORMAL
1..1 KONSEP MASA NIFAS
1.1.1
Definisi
Masa nifas (puerperium) dimulai setelah placenta lahir dan berakhir
ketika alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil, masa nifas
berlangsung kira-kira 6 minggu (Syaifuddin AB, 2003 : N – 23).
Masa nifas (puerperium) adalah masa pulih kembali, mulai dari persalinan
selesai sampai alat-alat kandungan kembali seperti pra-hamil, lama masa ini
yaitu 6 – 8 minggu (Mochtar R, 1998 : 115).
Puerperium adalah waktu mengenali perubahan besar yang berjangka pada
periode transisi dari puncak pengalaman melahirkan untuk menerima kebahagiaan
dan tanggung jawab dalam kehidupan keluarga, masa ini adalah 6 minggu yang
dimulai segera setelah placenta lahir (Bennett VR. and Broam LK Miles, 1996 : 2
– 1).
Nifas
dibagi menjadi dalam 3 periode,
yaitu :
1.
Puerperium dini
Yaitu kepedulian dimana ibu telah
diperbolehkan berdiri dan berjalan-jalan.
2.
Puerperium Intermedial
Yaitu kepulihan menyeluruh
alat-alat genetalia dengan lamanya 6-8 minggu.
3. Remote Puerperium
Adalah
waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna terutama bila selama hamil
atau waktu persalian mempunyai komplikasi (Mochtar R, 1998 : 115).
1.1.2 Tujuan Asuhan Masa Nifas, (Sarwono, 2002 : Hal 122)
a.
Menjaga kesehatan ibu dan bayinya , baik fisik maupun
psikologik
b.
Melaksanakan skrining yang kompretiensif, mendeteksi masalah,
mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya.
c.
Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan
kesehatan diri, nutrisi, keluarga berencana, menyusui, pemberian imunisasi
kepada bayinya dan perawatan bayi sehat.
d.
Memberikan pelayanan keluarga berencana.
1.1.3 Perubahan Fisiologis Pada Masa Nifas
Menurut Sarwono, 2002 :
122, pada masa ini terjadi
perubahan-perubahan fisiologis yaitu :
a.
Perubahan fisik
b.
Infolusi uterus dan pengeluaran lochea
c.
Lokasi dan pengeluaran air susu ibu
d.
Perubahan system tubuh lainnya.
e.
Perubahan psikis
Menurut Rustam Mochtar (1998 : hal 115) pada masa ini
terjadi perubahan involusi pada alat-alat kandungan yaitu :
a.
Uterus
Secara
berangsur-angsur menjadi kecil (involusi) sehingga akhirnya kembali seperti sebelum hamil
Involusi
|
Tinggi Fundus Uterus
|
Berat Uterus
|
Bayi
lahir
Uri
lahir
1
minggu
2
minggu
6
minggu
8
minggu
|
Setinggi pusat
2 jari bawah pusat
Pertengahan pusat simpisis
Tidak teraba di atas simpisis
Bertambah kecil
Sebesar normal
|
1000
gram
750
gram
500
gram
350
gram
50
gram
30
gram
|
b.
Bekas Implantasi Uri
Placenta bad
mengecil karena kontraksi dan menonjol ke kavum uteri dengan diameter 7,5 cm. Sesudah 3 minggu menjadi 3,5 cm, pada minggu
ke-6 2,4 cm dan akhirnya
pulih.
c.
Luka-luka jalan lahir
Pada
jalan lahir bila tidak di sertai dengan infeksi akan sembuh dalam 6-7 hari.
d.
Rasa sakit (After
Pains).
Muntah atau mules-mules (After
pains) disebabkan kontraksi rahim, biasanya berlangsung 2-4 hari pasca
persalinan.
e.
Lochea
Merupakan cairan secret yang berasal dari kavum uteri dan vagina
dalam masa nifas.
Beberapa macam
Lochea :
1.
Lochea
rubra (cruenta) : berisi
darah segar dan sisa-sisa selaput ketuban, sel-sel desi dua, verniks kaseosa,
lanugo dan mekoneum selama 2 hari post
partum.
2.
Lochea
Sanguinolenta : berwarna merah kuning berisi darah dan lendir, hari ke 3-7 post partum.
3.
Lochea
Serusa : berwarna kuning, cairan tidak berdarah lagi, terjadi pada hari ke 7-14
post partum.
4.
Lochea Alga : cairan putih, setenlah 2
minggu.
5. Lochea purulental : terjadi infeksi, keluar cairan seperti nanah
berbau buruk.
6. Locheostatis :
Lochea yang tidak lancar
keluarnya.
f.
Serviks
Setelah persalinan, bentuk serviks agak menganga seperti corong pewarna
merah kehitaman. Konsistensinya lemak, kadang-kadang terdapat perlukaan-perlukaan
kecil. Setelah bayi lahir, tangan masih bias masuk rongga rahim, setelah 2 jam
dapat dilalui oleh 2-3 jari dari setelah 7 hari hanya dapat dilalui 1 jari.
g.
Ligamen-ligamen
Ligamen, fasia dan diafragma pervis yang merenggang pada
waktu persalinan, setelah bayi baru lahir secara berangsur-angsur menjadi
mengecil dan pulih kembali sehingga tidak jarang uterus jatuh kebelakang dan
menjadi retrofleksi, karena ligamentum rotundum menjadi kendor. Untuk
memulihkan kembali sebaiknya dengan latihan-latihan dan gunnastik pasca
persalinan.
1.1.4 Program Dan Kebijaksanaan Teknis
Asuhan masa nifas diperlukan dalam periode ini karena
merupakan masa kritis baik ibu maupun bayinya. Diperkirakan bahwa 60 % kematian
ibu akibat kehamilan terjadi setelah persalinan, dan 50 % kematian masa nifas,
terjadi dalam 24 jam pertama. Program pemerintah paling sedikit 4 kali
kunjungan pada masa nifas dilaksanakan untuk menilai status ibu dan bayi baru
lahir dan untuk mencegah mendeteksi
dan menangani masalah-masalah yang terjadi (Sarwono, 2002 : 122-123)
Kunjungan
|
Waktu
|
Tujuan
|
1
|
6-8 jam setelah persalinan
|
§ Mencegah
perdarahan masa nifas karena atenia
uteri
§ Mendeteksi
dan merawat penyebab lain
§ perdarahan
→ rujuk bila perdarahan berlanjut
§ Memeberikan
konseling pada ibu atau salah satu
anggota keluarga bagaimana mencegah perdarahan masa nifas karena atonia
uteri
§ Pemberian
asi awal
§ Melakukan
hubungan antara ibu dan bayi baru
§ lahir
§ Menjaga
bayi tetap sehat dengan cara mencegah
hipo termia
Jika petugas
kesehatan penolong persalinan, ia harus tinggal dengan ibu dan bayi lahir
untuk 2 jam pertama setelah kelahiran, atau sampai ibu dan bayi dalam keadaan
stabil.
|
2
|
6 hari setelah persalinan
|
§ Memastikan
involusi uterus berjalan normal :
-
uterus berkontraksi, Fundus dibawah umbilikas,
-
tidak ada pendarahan abnormal, tidak ada bau.
§ Menilai
adanya tanda-tanda demam, infeksi atau
pendarahan abnormal
§ Memastikan
ibu mendapatkancukup makanan cairan
dan istirahat
§ Memastikan
ibu menyusui dengan baik dan tak memperhatikan tanda-tanda penyakit
§ Memberikan
konseling pada ibu mengenai asuhan pada bayi, tali pusat, menjaga bayi tetap
hangat dan merawat bayi sehari-hari
|
3
|
2 minggu setelah persalinan
|
Sama seperti di atas (6hari
peralinan)
|
4
|
6 minggu setelah persalinan
|
§ Menanyakan
pada ibu tentang penyakit-penyakit
§ yang ia
atau bayi alami
§ -
Memberikan konseling untuk kb secara dini
|
1.1.5 Pemeriksaan Kondisi Ibu Dan Pada Masa
Postnatal
Pemeriksaan fisik post natal biasanya dilakukan 6
minggu sesudah melahirkan.
Hasil-hasilnya harus berupa sebagai berikut (Hellen Farrer, 2001 : hal 227-228)
:
Pemeriksaan
kondisi ibu menurut sarwono, 2002 : hal 124 ; yaitu :
Umum
|
Payudara
|
Perut/Uterus
|
Vulva/Vagina
|
- Suhu tubuh
- Denyut nadi
- Tekana darah
- Tanda-tanda anemia
- Tanda-tanda adema/tromboplebitis
- Refleksi
- Varises
- CVAT (Cortical vertebral area terderness)
|
- Putih susu → pecah pendek rata
- Nyeri tekan
- Abses
- Pembengkakan / Asi berhenti
- Pengeluaran Asi
|
- Posisi / Uterus TFU
- Kontraksi uterus
- Ukuran kandung kenih
|
- Pengeluaran Lectia
- Penjahitan laserasi atau luka episiotomi
- Pembengkakan
- Luka
- Hemoroid
|
1.1.6 Perawatan Masa Nifas
Di masa lampau perawatan puerperium sangat
konservatif, dimana puerperal diharuskan tidur terlentang selama 40 hari.
Dampak sikap demikian pernah di jumpai sehingga terjadi adhesi antara labium
merior dan labium mayora kanan dan kiri.
Kini perawatan puerperium lebih aktif dengan
dianjurkan ibu untuk malakukan “mobilisasi dini” (early mobiliazation).
Perawatan mobilisasi dini mempunyai keuntungan (Manuaba, 1998 : hal 193):
a.
Mobilisasi dini
Karena lelah sehabis bersalin, ibu harus
istirahat, tidur terlentang selama 8 jam pasca persalinan. Kemudian boleh
miring kanan-kiri untuk mencegah terjadi trombosis dan tromboembou. Pada hari
ke 2 diperbolehkan duduk, hari ke 3 jalan-jalan dan hari ke 4 atau 5 boleh
pulang.
b.
Diet
Makanan harus bermutu, bergizi dan cukup
kalori. Sebaiknya makan-makanan yang mengandung protein, banyak cairan,
sayur-sayuran dan buah-buahan.
c.
Miksi
Hendaknya kencing dapat dilakukan sendiri
secepatnya. Biasanya selama persalinan wanita mengalami sulit kencing, karena
sfingter uterus ditekan oleh kepala janin. Bila kandung kemih perih dan wanita
sulit kencing sebaiknya dilakukan katerisasi.
d.
Defekasi
Buang air besar harus dilakukan 3-4 hari
pasca persalinan. Bila masih sulit buang air besar dan terjadi obstipasi
apalagi berak keras dapat diberikan obat laksans
per oral atau per rectal. Jika masih belum bisa dilakukan klisma.
e.
Perawatan Payudara (Mamma)
Perawatan payudara telah dimulai sejak
wanita hamil supaya putting susu lemas, tidak keras, dan kering sebagai
persiapan untuk menyusui bayinya.
Bila bayi meninggal, laktasi harus dihentikan dengan cara :
·
Pembalutan mammae sampai tertekan
·
Pemberian obat estrogen untuk supresi LH seperti
tablet Lynoral dan parlodel
f.
Laktasi
Untuk menghadapi laktasi (menyusukan)
sejak dari kehamilan telah terjadi perubahan-perubahan pada kelenjar mamma
yaitu :
§ Proliferasi
jaringan pada kelenjar-kelenjar. Alveoli dan jaringan lemak bertambah.
§ Hipervaskularisasi
pada permukaan dam bagian dalam
§ Keluar
cairan susu jolung dari duktus laktiferus disebut colustrum, berwarna
kuning-putih susu.
Bila bayi mulai di susui, isapah pada putting
susu merupakan rangsangan psikis yang secara reflektaris mengakibatkan oksitasi
dikeluarkan oleh tupofise. Sebagai efek positif adalah infolusi uteri akan
lebih sempurna. Ibu dan bayi dapat
ditempatkan dalam satu kamar (romming in) atau pada tempat yang terpisah.
Keuntungan romming in :
§ Mudah
menyusukan bayi
§ Setiap
saat selalu ada kontak antara ibu dan bayi
§ Sedini
mungkin ibu telah belajar mengurus bayinya.
g.
Cuti hamil dan bersalin
Menurut undang-undang, bagi wanita
bekerja berhak mengambil cuti hamil dan bersalin selama 3 bulan, yaitu 1 bulan
sebelum bersalin ditambah 2 bulan setelah persalinan.
h.
Pemeriksaan Pasca Persalinan
Bagi ibu dengan persalinan normal
sebaiknya dilakukapemeriksaan kembali 6 minggu setelah persalinan.
i.
Nasehat untuk ibu posthatal
1.
Fisioterapi post natal sangat baik bila diberikan
2.
Sebaiknya bayi disusui
3.
Kerjakan jimnastik setelah bersalin
4.
Untuk kesehatan ibu, bayi dan keluarga sebaiknya
melakukan KB untuk
menjarangkan anak.
5.
Bawalah bayi untuk mendapatkan imunisasi
ASUHAN KEBIDANAN
PADA IBU NIFAS NY. “S” P10001 POST PARTUM HARI KE-5
DI BPS NY. INDAH AMD.KEB
KEDIRI
Tangggal pengkajian :
25 September 2012
Jam : 10.00 WIB
Tempat :
BPS Ny. Indah AMd. Keb
A. PENGKAJIAN
I. DATA SUBYEKTIF
1.
IDENTITAS
Nama : Ny. S Nama : Tn. B
Umur : 25
tahun Umur : 35 Tahun
Bangsa/ suku : Jawa
: Indonesia / Jawa
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SMA Pendidikan : D2 Keolahragaan
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Guru
Penghasilan : - Penghasilan : Rp. 1.200.000,-
Alamat : Ds. Maron
|
Nama : Tn. K Nama : Tn. B
Umur : 30
tahun Umur : 35 Tahun
Bangsa/ suku : Jawa
: Indonesia / Jawa
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SMA Pendidikan : D2 Keolahragaan
Pekerjaan : Wiraswasta Pekerjaan : Guru
Penghasilan :
Rp 1.200.000
Alamat : Ds.Maron
|
2.
KELUHAN UTAMA
Ibu mengatakan telah melahirkan anak pertama lima hari yang lalu
3. RIWAYAT KESEHATAN SEKARANG
Ibu mengatakan badanya sehat.
4.
RIWAYAT PERKAWINAN
Status perkawinan : kawin
Nikah ke :
1x
Lamanya :1
tahun
Umur menikah : 24 tahun
5. RIWAYAT MENSTRUASI
Menarche : 14 tahun
Lama haid : 5-7 hari
Siklus : 28 hari
Teratur/ tidak : teratur
Dismenorhoe : ya ( jarang)
Flour albus : ya
Warna / bau : putih, tidak
gatal, tidak bau, hanya menjelang haid.
6.
RIWAYAT
KEHAMILAN PERSALINAN NIFAS
SEKARANG.
Kehamilan
HPHT : 13 Desember 2011
Saat hamil mual muntah selama 2
bulan, pemeriksaan tes kencing dilakukan saat terlambat haid 2 minggu hasil
positif. Gerakan janin dirasakan setelah usia kehamilan 18 minggu, ANC sebanyak 10 kali di BPS -
TM I : 3 kali
-
TM II : 3 kali
-
TM III : 4 kali
- TT : 2 kali
- Tablet Fe : 1x sehari sejak usia kehamilan 6 bulan
sampai melahirkan
Persalinan
Tanggal persalinan :
20 september 2012
Usia kehamilan :
37 minggu
Jenis persalinan : spontan presentasi
belakang kepala
Penolong :
Bidan
Tempat persalinan :
BPS Indah
Penyulit persalinan : tidak ada
Lama persalinan :
Kala I : 12 jam -
menit perdarahan
0 cc
Kala II : - jam 30
menit
perdarahan 100 cc
Kala III : - jam
15 menit perdarahan
100 cc
Kala IV : 2 jam
-
menit perdarahan
40 cc
Nilai APGAR : 1 menit :
7 5 menit:
8 10 menit: 9
7. RIWAYAT
NIFAS SEKARANG
Hari nifas :
hari ke 5
Jenis lokia :
Sanguinolenta
8. RIWAYAT KB
Ibu belum pernah ikut KB, setelah
melahirkan anak pertamanya ingin mengikuti KB pil.
9.
POLA SEHARI-HARI
a. Pola Nutrisi
Makan
Saat hamil : 3 x sehari nasi, sayur, lauk porsi sedikit
Nifas : 3 x
sehari nasi, sayur,lauk, buah
porsi cukup
Minum
Saat
hamil : 6-8 gelas sehari + susu 3x sehari
Nifas : 6-8 gelas sehari + susu 3
kali sehari
b. Pola
Eliminasi
BAB
-sebelum nifas : 1-2x sehari
-nifas : BAB mulai hari ke tiga 1 x sehari
BAK
-sebelum nifas :
4 x sehari
-nifas :
6-7 x sehari
c. Personal
Hygiene
Ibu mandi 2x sehari,
ganti pakaian (luar+dalam) setelah mandi, keramas 2-3 kali seminggu. Ibu
mengatakan sering membersihkan daerah kemaluannya. Ganti softex 3-4 x sehari
setelah melahirkan.
d. Pola
Istirahat/ tidur
Siang ± 1jam
Malam ± 3-4 jam kurang nyenyak
e. Pola
Aktivitas
Ibu
sebagai IRT mengerjakan semua pekerjaan sendirian kadang-kadang di Bantu
oleh suami.
Hub Seksual : Ibu
mengatakan belum pernah melakukan hubungan seksual setelah melahirkan karena
masih dalam masa nifas
10. RIWAYAT
PSIKOSOSIAL SPRIRITUAL
·
Ibu bahagia
atas kelahiran putra keduanya dengan selamat.
·
Ibu merasa senang karena keluarga menerima
kelahiran anak keduanya dan ikut membantu mengasuh bayinya.
11. RIWAYAT
KESEHATAN KELUARGA
·
Ibu mengatakan tidak mempunyai riwayat keturunan
penyakit kronis, menurun dan menular seperti; TBC, jantung, hipertensi,
diabetes Millitus, kanker, dsb.
·
Ibu mengatakan tidak mempunyai riwayat keturunan
kembar
B. DATA OBYEKTIF
1.
Pemeriksaan Umum
KU : baik,
Kesadaran
: Compos Mentis
Keadaan
Emosional : Baik
TD : 110/ 80mmHg
Nadi
: 80 x/ menit
Respirasi : 26 x/ menit
Suhu
: 36,50C
TB : 161cm
BB waktu
hamil : 57 Kg
BB wahtu nifas : 52Kg
Lila :
26 cm
2.
Pemeriksaaan Khusus
a.
Inspeksi
Kepala : rambut berombak, bersih, tidak
ada ketombe, tidak ada benjolan atau
lesi
Muka : tidak ada
cloasma gravidarum
Mata : Kelopak
mata : tidak oedema
Konjungtiva : tidak anemis / tidak anemis
Sklera : tidak ikterus / tidak ikterus.
Pupil : Isokor ka/ki
Hidung : simetris :
ya
Sekret : tidak ada
Polip : tidak ada
Mulut dan gigi bersih
Lidah dan Gusi: warna lidah bersih, gusi merah
Gigi : tidak berlubang, tidak ada caries gigi
Telinga : simetris, tidak ada serumen
Leher : Tidak
ada pembesaran kelenjar thyroid.
Tidak
ada pembesaran vena jugularis.
Aksila : tidak ada
pembesaran kelenjar limfe.
Payudara
Simetris : + / +
Pembesaran : + / +
Hiperpigmentasi (areola): + /
+
Papila Mamae : Menonjol
Benjolan Tumor : tidak ada
Kebersihan
: bersih
Abdomen
Pembesaran : ada
Luka parut : tidak ada
Luka bekas operasi : tidak ada
Linea nigra/ alba : ada
Punggung :
Lordose
Ekstremitas
Atas :
simetris, Tidak ada odema, Tidak ada varises
Bawah:
simetris, Tidak ada odema, Tidak ada varises
Anogenital
Perineum : ada luka jahitan ±3cm
Vulva vagina : Merah
Pengeluaran lokhea : ada,
sanguinolenta
Varises : tidak ada
Odema : (-)
Hemoroid : Tidak ada
b.
Palpasi
§ Leher
: tidak ada pembesaran kelenjar limfe
dan vena jugularis
§ Axilla : tidak ada pembesaran kelenjar
limfe.
§ Payudara :
colustrum (+),
pengeluaran ASI (+), warna: kuning
§ Perut :
TFU = pertengahan
antara pusat dan simpisis, involusi uterus berjalan normal, tidak ada nyeri tekan.
§ Genetalia: Tidak
ada pembesaran Kelenjar Bartholini, Tidak ada varises, tidak ada oedema
c.
Auskultasi
Dada :
tidak ada wheezingdan ronchi
Bising
usus :
Normal, 8-10 x/menit
d.
Perkusi
Reflek pattela :(+) / (+)
e.
Pemeriksaan Penunjang
Tidak dilakukan
KESIMPULAN
Ny. “S” P1001
post partum nomal hari ke 5,
KU ibu baik
C. INTERPRETASI DATA
Diagnosa kebidanan
Ny. “S” P1001
post partum nomal hari ke 5
DS : Ibu mengatakan baru melahirkan pertama kali
Ibu mengatakan melahirkan bayinya pada tanggal 20 September
2012 pukul 05.00 WIB
DO: KU :
baik
Tekanan darah : 110/80 mmHg
Nadi : 80x/menit
Suhu
: 36,5◦c
Pernafasaan :
26x/menit
BB: 52
kg
TB : 161cm
Lochea : sanguinolenta, warna merah kecoklatan.
TFU :
2 jari diatas shimpisis
D.
IDENTIFIKASI
DAN ANTISIPASI DIAGNOSA POTENSIAL
Tidak ada
E. TINDAKAN SEGERA
Tidak
ada
F.
INTERVENSI
DX :
ibu dengan P10001 post partum hari ke 5 normal.
Tujuan :nifas
terus berjalan normal dalam waktu 6 minggu
Kriteria hasil :
Ku baik, ASI lancar, TFU dan lochea normal.
Intervensi
|
Rasional
|
1. Lakukan KIE gizi
ibu nifas
2. Ajari ibu
perawatan bayi
3. Anjurkan untuk
mobilisasi
4. Jelaskan
tanda-tanda bahaya nifas
5. Jelaskan cara
perawatan dan manfaat perawatan payudara
6. Jelaskan manfaat
ASI dan cara meneteki yang benar
7. Lakukan KIE
tentang KB
8. Anjurkan ibu
untuk kontrol ulang
|
1. Untuk
mengembalikan kesehatan ibu
2. Ibu bisa merawat
bayinya
3. Mempercepat
involusio uteri
4. Ibu mengerti
tanda-tanda bahaya nifas
5. Ibu mengerti
cara perawatan dan manfaat perawatan payudara.
6. Ibu mengerti
manfaat ASI dan cara meneteki yang benar
7. Membantu ibu
memilih kontrasepsi yang cocok.
8. Untuk mengetahui
kesehatan ibu dan kelainan yang terjadi
|
G. IMPLEMENTASI
DX : ibu denganP10001 post partum hari ke 5 normal
1.
Memberikan
konseling tentang gizi ibu nifas yaitu: makan
dengan diet berimbang, cukup karbonhidrat,protein, lemak, vitamin dan mineral.
2.
Mengajarkan ibu cara perawatan tali pusat, mengganti
pakaian kotor dan menggendong bayi.
3.
Mengajarkan ibu untuk mobilisasi, jalan-jalan, duduk
dan menggendong bayinya.
4.
Memberikan
konseling pada ibu bagaimana cara menjaga bayi tetap hangat yaitu dengan
meletakkan bayi di tempat yang hangat, memakaikan pakaian yang kering dan
bersih, tidak meletakkan bayi dibawah kipas angin.
5.
Mengingat
kan ibu untuk selalu mengkonsumsi obat yang yang telah diberikan amoxilin 3x500
mg, metrodinazol 3x500 mg, asam mefenamat 3x500 mg setelah makan.
6.
Menganjurkan
ibu untuk kontrol lagi 6 hari atau bila ada keluhan.
H. EVALUASI
S : Ibu sudah mengerti tentang
gizi untuk ibu nifas
Ibu sudah bisa merawatan tali pusat
Ibu mengerti dan mampu mengulangi kembali cara
menjaga bayi tetap hangat dan bersedia melakukannya
O : Ibu bisa mengulangi kembali
gizi nifas
Ibu bisa melakukan
perawatan tali pusat
A :Ny . “s” p10001 post partum hari ke-5
P :Ibu disuruh untuk kontrol
ulang
DAFTAR PUSTAKA
1.
Bennet,
V.R dan Brown, L.K, 1996, Myles Text Book for Midwifes, Edisi 12, Churcil
Livingstone, London, UK.
2.
Hilliana, Mellyana,
Amd.Keb. 2003. Perawatan Ibu Pasca Melahirkan. Puspa Swara. Jakarta.
3.
Manuaba IBG. 1998. Ilmu
Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana. EGC. Jakarta.
4.
Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis
Obstetri Jilid I. EGC. Jakarta.
5.
Syaifuddin, Abdul Bari.
2002. Buku Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.Yayasan Bina
Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar